Ilmuwan Temukan Pegunungan Kedua Di Fitur "Hati" Pluto

Sebuah pegunungan kedua di Pluto yang muncul dari daerah berbentuk hati di Pluto, yang dijuluki Tombaugh Regio, terlihat dalam gambar ini .

bulanndah ~ Pluto memiliki hati yang besar - cukup besar untuk menampung setidaknya dua gunung.

New Horizons telah melihat pegunungan kedua dalam Tombaugh Regiofitur berbentuk hati
yang memiliki lebar 1.200 mil  (2.000 kilometer) yang dinamai dari nama penemu Pluto, Clyde Tombaugh.

Pegunungan tersebut diperkirakan memiliki tinggi hingga 1 mil (1,6 km) di atas permukaan dingin Pluto, sehingga sebanding dengan tinggi Pegunungan Appalachian dari Amerika Serikat bagian timur, kata para pejabat NASA. Pegunungan lain yang dikenal di Tombaugh Regio,lebih mirip dengan tinggi dan Rocky Mountains, yang memiliki ketinggian lebih dari 2 mil (3,2 km).

Pegunungan yang baru ditemukan ini terletak di sebelah barat dataran es yang dikenal sebagai Sputnik Planum dan 68 mil (110 km) barat laut dari pegunungan tinggi, yang dikenal sebagai Norgay Montes, diambil dari nama Sherpa Tenzing Norgay, bersama dengan Edmund Hillary yang menyelesaikan pendakian pertama - Gunung Everest, pada tahun 1953. (Tombaugh Regio, Norgay Montes dan nama-nama lainnya hanya monikers sampai mereka resmi disetujui oleh International Astronomical Union.)

Foto baru yang ditangkap New Horizons saat terbang lintas dekat Pluto menunjukkan kompleksitas mengejutkan dari medan permukaan dalam Tombaugh Regio, kata para peneliti.

Kurangnya kawah di Sputnik Planum menunjukkan dataran es ini sangat muda dalam hal geologi - 100 juta tahun atau kurang, kata anggota tim misi. Tapi medan gelap di sebelah barat mungkin berusia beberapa miliar tahun.
readmore »»  

NASA Rilis Citra Terbaik Bulan Pluto Nix Dan Hydra

Citra bulan Pluto Nix (kiri) dan Hydra (kanan) pada tanggal 14 Juli 2015. Foto Nix diambil dari jarak 102.000 mil (165.000 kilometer), sedangkan gambar Hydra dari jarak 143.000 mil (231.000 km)

bulanndah ~ Dua satelit kecil Pluto terlihat sangat rinci dalam foto terbaru yang dirilis NASA.

Foto baru yang ditangkap oleh NASA New Horizons saat terbang melintas pada 14 Juli mengungkapkan rincian baru yang menarik tentang Nix dan Hydra, dua dari lima satelit Pluto. Misalnya, Nix berbentuk seperti kacang jelly yag memiliki tanda kemerahan, sementara Hydra menyerupai sarung tangan abu-abu besar.

Wilayah kemerahan pada Nix juga tampak memiliki pola sasaran tembak, menunjukkan bahwa itu adalah kawah, kata para peneliti.


"Data komposisi tambahan telah diambil dari Nix namun belum dikirim. Ini akan memberitahu kita mengapa daerah ini lebih merah dibanding daerah sekitarnya," kata ilmuwan misi New Horizons Carly Howett, dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, mengatakan dalam sebuah pernyataan hari ini (21 Juli).

"Pengamatan ini sangat menggiurkan, saya merasa tidak sabar untuk melihat lebih banyak data Nix yang akan dikirim," tambahnya.



New Horizons mengambil foto Nix dari jarak sekitar 102.000 mil (165.000 kilometer). Gambar ini mengungkapkan bahwa satelit ini memiliki panjang sekitar 26 mil dan lebar sekitar 22 mil (42 sampai 36 km), kata para peneliti.

Semnetara Hydra sedikit lebih besar, dengan panjang 34 mil dan lebar 25 mil (55 hingga 40 km), menurut foto yang baru dirilis. Gambar Hydra diambil dari jarak sekitar 143.000 mil (231.000 km).

Gambar Hydra menunjukkan dengan jelas dua kawah dan menunjukkan bahwa bagian atas dan bawah bulan ini dapat terbuat dari hal yang berbeda, setidaknya di permukaannya. (Dalam foto tersebut, bagian atas Hydra terlihat lebih gelap dari daerah bawahnya.)

Sementara bulan lain Pluto antara lain Charon, Kerberos dan Styx. Dengan diameter 750 mil (1.207 km), Charon memiliki ukuran lebih dari setengah lebar Pluto sendiri, menyebabkan banyak peneliti menganggap Pluto-Charon sebagai sistem biner. Kerberos dan Styx bahkan lebih kecil dari Nix dan Hydra.

Pada pertengahan Oktober, New Horizons kemunginan besar akan mengirim gambar Kerberos dan Styx.

readmore »»  

Bumi Dari Jarak 1 Juta Mil

Citra Bumi yang diambil satelit DSCOVR dari jarak 1 juta mil

bulanndah ~ Deep Space Climate Observatory (also cleverly known as DSCOVR) adalah sebuah satelit yang terletak satu juta mil jauhnya dari Bumi, melayang antara Matahari dan planet kita. Misinya: untuk memantau cuaca antariksa dan mengirimkan foto selfies planet kita yang seolah tak ada habisnya. Ini adalah foto pertama.

DSCOVR melayang di tempat yang dikenal sebagai Lagrange point 1. Lagrange poin adalah karya Joseph-Louis Lagrange, yang menyadari bahwa dalam setiap sistem planet dua tubuh, ada titik-titik ekuilibrium, di mana sebuah objek dapat mengorbit dengan posisi yang sama antara dua badan. Titik ini tidak sangat stabil, namun dengan beberapa dorongan kecil, pesawat ruang angkasa ini dapat terus menetap disitu.

Titik orbit disekitar Bumi

L1, tempat DSCOVR nongkrong, berada pada garis antara Bumi dan Matahari, sekitar satu juta mil dari Bumi. Itu berarti DSCOVR akan selalu melihat sisi terang Bumi yang menghadap Matahari, memungkinkan untuk mengambil gambar pada berbagai panjang gelombang setiap hari. Gambar ini juga dapat membantu National Oceanic and Atmospheric Administration memperkirakan angin Matahari, komponen penting dari cuaca antariksa.
readmore »»  

Wahana Philae Kembali Terdiam Di Permukaan Komet 67P


bulanndah ~ Wahana pendarat komet Philae milik ESA kembali terdiam di permukaan komet yang melesat menuju Matahari, kata pengendali misi. Mereka takut bahwa wahana itu mungkin telah bergeser dari jangkauan radio.

"Pendarat bisa pindah," kata German Aerospace Center (DLR) dalam sebuah pernyataan, ia menambahkan: "bahkan sedikit perubahan dalam posisinya bisa berarti antenanya kini terhalang".

 Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi
readmore »»  

Teori Konspirasi Mengatakan Bahwa Gambar Pluto Yang Diambil New Horizons "Palsu"

Salah satu pengguna YouTube yang menyebut dirinya Crow menggunakan gambar di atas, yang memperlihatkan gambar Jupiter menggunakan teleskop halaman belakang rumahnya dan gambar awal Pluto yang diambil New Horizons dan menyarankan bahwa misi ini telah dipalsukan

bulanndah ~ Teori konspirasi tampaknya menyerang misi NASA New Horizons. Mereka menyebutkan bahwa gambar yang diambil New Horizons telah di palsukan dan menganggap NASA sebagai penipu.

Salah satu pengguna YouTube yang menyebut dirinya Crow menggunakan gambar di atas, yang memperlihatkan gambar Jupiter menggunakan teleskop halaman belakang rumahnya dan gambar awal Pluto yang diambil New Horizons dan menyarankan bahwa misi ini telah dipalsukan

Setiap kali manusia mencapai sesuatu yang luar biasa yang mendorong batas-batas dari apa yang mungkin, akan ada beberapa penentang yang menolak untuk percaya hal itu telah terjadi.

Ternyata ada beberapa orang di luar sana yang berpikir bahwa NASA telah memalsukan gambar menakjubkan dari Pluto dan bulan-bulannya yang dikirim kembali oleh pesawat ruang angkasa New Horizons minggu ini.
 

Bukannya mengagumi detail foto yang luar biasa karena telah mengungkapkan adanya gunung es, kawah dan lembah di permukaan Pluto, mereka malah bersikeras bahwa itu semua bohong.

Crow menggunakan gambar dari teleskopnya sendiri untuk mengambil gambar Jupiter, yang berjarak 400 juta mil dari Bumi, dan membandingkannya dengan gambar Pluto yang jauh lbih kecil yang diambil New Horizons dari jarak sembilan juta mi, di awal misinya.

Dia mengatakan bahwa gambar Jupiter terlihat lebih jelas daripada Pluto, itu membuktikan gambar Pluto direkayasa.

Dia berkata: "Itu semua penipuan. Anda hanya melihat piksel. NASA dan John Hopkins memiliki gambar yang direkayasa dan palsu. "Jika anda ingin melihat Pluto dengan nyata, maaf saja, anda harus ke Disney Land," lanjutnya.


Seorang blogger yang menulis di End of Show, bahkan mengklaim bahwa objek di ruang angkasa yang tidak bisa diamati dengan teleskop di Bumi, adalah palsu.

Ada juga orang-orang percaya bahwa Pluto mungkin ada, namun pemerintah AS telah menutupi bukti basis alien di permukaan Pluto.


Namun, klaim tersebut juga menjadi bahan lelucon di media sosial.

Nigel Watson, penulis UFO Investigasi Manual, mengatakan bahwa teori konspirasi adalah bagian tak terelakkan dari eksplorasi ruang angkasa.




Dia berkata: "Saya terkejut melihat betapa cepatnya orang mulai mengatakan misi ke Pluto, dan gambar-gambar yang dikirim kembali ke Bumi adalah palsu. Saya pikir ide ini sekadar mencari sensasi.

'Teori konspirasi percaya bahwa setiap gumpalan cahaya aneh di dekat Stasiun Luar Angkasa Internasional adalah pesawat alien, dan setiap fitur di Mars yang difoto oleh NASA ditafsirkan sebagai bukti alien yang tinggal di sana

'Pada akhirnya NASA akan selalu dilihat sebagai agen jahat dari pemerintah AS yang selalu menyembunyikan bukti alien mengunjungi Bumi dan bekerja dengan para pemimpin kita untuk mengambil alih dunia. "

Mereka mengatakan bahwa Pluto tak bisa terlihat dari Bumi menggunakan teleskop. Peneliti pun langsung memberikan tanggapannya terkait dengan teori ini. Menurut mereka, Pluto bisa dilihat dengan menggunakan teleskop apa saja. Bahkan penemu Pluto pada 23 Januari 1930, Clyde Tombaugh, menemukan Pluto melalui teleskop yang digunakannya. 

Bahkan, Tombaugh, yang abu kremasi tubuhnya dibawa oleh New Horizons, pernah mengambil gamba Pluto menggunakan teleskop berukuran 13 inci dibantu perangkat khusus, bernama mikroskop kedip, di Pusat Observatorium Lowell.  

Temuan ini diperkuat saat teleskop Hubble ditemukan. Bahkan teleskop itu juga yang menemukan adanya dua bulan baru yang mengorbit di sekitar Pluto. Tidak hanya Hubble, teleskop besar berukuran 10 meter, Keck II pun bisa menemukan Pluto. Apalagi Keck II juga menemuan planet kerdil bernama Eris.  

Sebelumnya, penganut teori konspirasi juga menyangsikan keaslian foto pendaratan pertama manusia di bulan di tahun 1960an.
readmore »»  

Ilmuwan Umumkan Proyek Terbesar Pencarian Makhluk Cerdas Alien


bulanndah ~ Sebuah proyek baru senilai $ 100 juta untuk mencari kehidupan cerdas di luar Bumi telah diumumkan oleh ilmuwan terkenal Stephen Hawking dan peneliti lainnya.

Yang pertama dari dua kegiatan diumumkan hari ini, Breakthrough Listen, akan menjadi pencarian besar yang pernah dibuat untuk mencari tanda-tanda kehidupan cerdas di luar Bumi. Proyek ini akan mensurvei 1 juta bintang di Bima Sakti serta 100 galaksi terdekat.

"Kami percaya bahwa kehidupan muncul secara spontan di bumi, sehingga di alam semesta tanpa batas, harus ada kejadian lain dari kehidupan," kata Hawking di Royal Society di London, di mana proyek ini diumumkan. "Di suatu tempat di alam semesta, mungkin kehidupan cerdas sedang melihat cahaya dari kita. Saatnya berkomitmen untuk menemukan jawabannya, untuk mencari kehidupan di luar Bumi.

Program ini dimulai dengan 'Breakthrough Listen' untuk melacak sinyal dengan akses ke dua teleskop yang paling kuat di dunia - Teleskop Green Bank di West Virginia, Amerika Serikat, dan Teleskop Parkes di New South Wales, Australia.

Masyarakat akan diundang untuk berpartisipasi dalam upaya untuk menemukan sinyal dari dunia lain itu melalui Search for Extraterrestrial Intelligence atau SETI.

Suatu program terkait 'Breakthrough Message' akan mendanai kompetisi internasional untuk menghasilkan pesan yang mewakili umat manusia dan planet bumi, yang mungkin suatu hari akan dikirim ke peradaban lain.


Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi
readmore »»  

Asteroid Senilai 3,5 Triliun Dollar Melintas Dekat Bumi


bulanndah ~ Baru-baru ini, sebuah asteroid yang dinamakan 2011 UW-158 akan melintas dekat bumi pada jarak 1,5 juta mil dari permukaan Bumi. Asteroid ini melewati bumi pada Ahad (18/7) sekitar jam 10 malam waktu setempat.

Asteroid ini diyakini mengandung logam platinum senilai 3,5 triliun dollar AS. Platinum yang terkadung di dalam asteroid ini diperkirakan memiliki berat hingga 100 juta ton. Observatorium Slooh mengatakan bahwa meskipun asteroid ini melintas dengan jarak yang sangat dekat, ia tidak bisa dilihat dengan mata tel**jang karena orbitnya enam kali lebih jauh dibandingkan orbit bulan.

Berdasarkan pengamatan, asteroid ini berotasi setiap 37 menit. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan asteroid, Planetary Resources yang didukung oleh dana Google telah menergetkan untuk menambang astroid yang serupa di tata surya ini.
readmore »»